<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	
	>
<channel>
	<title>
	Comments on: Menitipkan anak di Dyacare, positif atau negatif ?	</title>
	<atom:link href="https://www.homydaycare.com/menitipkan-anak-di-dyacare-positif-atau-negatif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.homydaycare.com/menitipkan-anak-di-dyacare-positif-atau-negatif/</link>
	<description>Homy daycare adalah Daycare di Jakarta yang merupakan Tempat Penitipan Anak Nyaman dan Islami membantu tumbuh kembang anak di usia dini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Mar 2014 08:32:15 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>
		By: Dan		</title>
		<link>https://www.homydaycare.com/menitipkan-anak-di-dyacare-positif-atau-negatif/#comment-69</link>

		<dc:creator><![CDATA[Dan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Mar 2014 08:32:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://homydaycare.wordpress.com/?p=378#comment-69</guid>

					<description><![CDATA[Saya mau komplain tentang cara mengasuh bayi yang dilakukan ibu-ibu masa kini. dimulai dari cara melahirkan yang lebih memilih cesar daripada normal, alasannya sakit &#038; tidak mau repot mengatur berat badan dan ikut senam hamil. takdir perempuan itu merasakan sakitnya persalinan, kenapa lebih memilih perutnya dibelah pakai obat bius. setelah lahir, bayi tersebut duluan meminum susu formula, tidak ada usaha sedikitpun untuk mengeluarkan ASI yang jelas-jelas sangat dibutuhkan bayi tersebut, sebentar lagi botol bayi akan jadi ibu bagi bayi-bayi yang dilahirkan jaman sekarang. berikutnya tentang pengasuhan bayi yang ditelantarkan oleh ibu pekerja, itulah kenapa saya menolak pendapat tentang menikah muda, pikirkan sebelum menikah apakah keuangan sudah cukup untuk berkeluarga dan punya anak, jangan nafsu saja didahulukan dengan alasan tidak mau berbuat dosa. Sebenarnya pihak laki-laki saja yang harusnya bekerja, sedangkan ibu tinggal di rumah mengasuh bayi/anak. Saya tidak habis pikir ada ibu yang merelakan anaknya bersama pengasuh yang mungkin berpendapat bukan anak saya. Peran ibu sebagai orangtua yang harusnya berada di samping bayinya tidak saya temukan dalam masa sekarang ini, semuanya memakai pengasuh yang kalau bayi jatuh ataupun menelan benda logam pengasuh itu mungkin hanya akan menonton sinetron pavoritnya daripada memperhatikan asuhannya/bayi. atau pengasuh itu mungkin akan memaksa bayi itu untuk tidur di ayunan sekeras-kerasnya agar pengasuh ini bisa menikmati sinetron atau tidur mungkin karena begadang semalam. Saya sampai sekarang tidak masuk akal memberikan bayi/anak kepada pengasuh. apapun alasannya, kecuali ibu bayi itu sudah meninggal itupun harusnya bapak bayi itu menggantikan tugasnya atau memberikannya kepada keluarga dekat. Saya juga heran dengan ibu-ibu sekarang yang lebih memikirkan cara instan dengan memakai pampers kepada bayinya, sungguh hancurkan orangtua jaman sekarang yang tidak mengajari anak-anak gadisnya sebelum menikah bagaimana nanti jika punya bayi. Saya perhatikan iritasi karena urin &#038; kotoran menempel di tubuh bayi karena pampers bukan hal luar biasa, semua biasa karena ada salep kulit kata ibunya. Coba bayangkan dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam bayi ditangan pengasuh, mau dibawa kemana peran ibu jaman sekarang ini. Banyak hal yang ingin saya protes kepada ibu-ibu muda jaman sekarang ini, apalagi ini jaman BBM, Facebook, mungkin ibu-ibu muda jaman sekarang ini lebih baik membalas BBM ataupun menjawab comment facebook, daripada menganti celana bayinya yang baru saja terkena urin. atau pampers adalah jawabannya. celakanya waktu bersama bayi/anaknya hilang hanya untuk mengejar beberapa lembar uang, harusnya sebelum menikah semua harus dipersiapkan jangan mengorbankan bayi/anak. syukurnya calon istri saya orangnya mandiri, saya kasihan lihat orangtua yang mengorbankan anak/bayinya ditangan pengasuh, sedangkan ibunya sibuk mencari uang sampai manakah kekayaan itu dicari tidak cukupkah suami bekerja, kuncinya sebelum menikah persiapkanlah semuanya. terima kasih.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau komplain tentang cara mengasuh bayi yang dilakukan ibu-ibu masa kini. dimulai dari cara melahirkan yang lebih memilih cesar daripada normal, alasannya sakit &amp; tidak mau repot mengatur berat badan dan ikut senam hamil. takdir perempuan itu merasakan sakitnya persalinan, kenapa lebih memilih perutnya dibelah pakai obat bius. setelah lahir, bayi tersebut duluan meminum susu formula, tidak ada usaha sedikitpun untuk mengeluarkan ASI yang jelas-jelas sangat dibutuhkan bayi tersebut, sebentar lagi botol bayi akan jadi ibu bagi bayi-bayi yang dilahirkan jaman sekarang. berikutnya tentang pengasuhan bayi yang ditelantarkan oleh ibu pekerja, itulah kenapa saya menolak pendapat tentang menikah muda, pikirkan sebelum menikah apakah keuangan sudah cukup untuk berkeluarga dan punya anak, jangan nafsu saja didahulukan dengan alasan tidak mau berbuat dosa. Sebenarnya pihak laki-laki saja yang harusnya bekerja, sedangkan ibu tinggal di rumah mengasuh bayi/anak. Saya tidak habis pikir ada ibu yang merelakan anaknya bersama pengasuh yang mungkin berpendapat bukan anak saya. Peran ibu sebagai orangtua yang harusnya berada di samping bayinya tidak saya temukan dalam masa sekarang ini, semuanya memakai pengasuh yang kalau bayi jatuh ataupun menelan benda logam pengasuh itu mungkin hanya akan menonton sinetron pavoritnya daripada memperhatikan asuhannya/bayi. atau pengasuh itu mungkin akan memaksa bayi itu untuk tidur di ayunan sekeras-kerasnya agar pengasuh ini bisa menikmati sinetron atau tidur mungkin karena begadang semalam. Saya sampai sekarang tidak masuk akal memberikan bayi/anak kepada pengasuh. apapun alasannya, kecuali ibu bayi itu sudah meninggal itupun harusnya bapak bayi itu menggantikan tugasnya atau memberikannya kepada keluarga dekat. Saya juga heran dengan ibu-ibu sekarang yang lebih memikirkan cara instan dengan memakai pampers kepada bayinya, sungguh hancurkan orangtua jaman sekarang yang tidak mengajari anak-anak gadisnya sebelum menikah bagaimana nanti jika punya bayi. Saya perhatikan iritasi karena urin &amp; kotoran menempel di tubuh bayi karena pampers bukan hal luar biasa, semua biasa karena ada salep kulit kata ibunya. Coba bayangkan dari jam 7 pagi sampai jam 9 malam bayi ditangan pengasuh, mau dibawa kemana peran ibu jaman sekarang ini. Banyak hal yang ingin saya protes kepada ibu-ibu muda jaman sekarang ini, apalagi ini jaman BBM, Facebook, mungkin ibu-ibu muda jaman sekarang ini lebih baik membalas BBM ataupun menjawab comment facebook, daripada menganti celana bayinya yang baru saja terkena urin. atau pampers adalah jawabannya. celakanya waktu bersama bayi/anaknya hilang hanya untuk mengejar beberapa lembar uang, harusnya sebelum menikah semua harus dipersiapkan jangan mengorbankan bayi/anak. syukurnya calon istri saya orangnya mandiri, saya kasihan lihat orangtua yang mengorbankan anak/bayinya ditangan pengasuh, sedangkan ibunya sibuk mencari uang sampai manakah kekayaan itu dicari tidak cukupkah suami bekerja, kuncinya sebelum menikah persiapkanlah semuanya. terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
		
			</item>
	</channel>
</rss>
